Tantangan Penggunaan Teknologi Informasi dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Primer – Informatika Kesehatan Healthcare IT News

Tantangan Penggunaan Teknologi Informasi dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Primer

Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah diadopsi oleh berbagai sektor, termasuk kesehatan. Penerapan TIK di bidang kesehatan dikenal dengan istilah e-Kesehatan (e-Health) . Terminologi E-health mencakup informatika medis, kesehatan masyarakat dan bisnis. Wujudnya dapat berupa layanan kesehatan yang ditingkatkan melalui internet dan teknologi informasi terkait.

Dalam pengertian yang lebih luas, E-Health tidak melulu soal teknis.  Ini juga tentang cara berpikir, sikap, dan komitmen. Aspek non teknis tersebut sangat diperlukan untuk mewujudkan perbaikan pelayanan kesehatan di tingkat lokal, regional, dan global, dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi[1]

Perkembangan e-Health di layanan primer

Pertanyaan kuncinya adalah, sejauhmanakah tingkat pemanfaatan TIK di sektor kesehatan di Indonesia? Data lama yang berasal dari Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes tahun 2011) menunjukkan bahwa infrastruktur TIK di fasilitas pelayanan kesehatan primer belum cukup memadai. Sebanyak 87,4% Puskesmas sudah tersambung listrik 24 jam dan sebanyak 78,4% sudah memiliki perangkat komputer. Namun, baru 17,1% yang telah dilengkapi internet dan 15% yang memiliki sistem informasi Puskesmas (SIMPUS) dengan local area network (LAN).

Kondisi tersebut nampaknya sudah jauh berubah saat ini. Semenjak diterapkannya kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional pada tahun 2014, seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) diwajibkan menggunakan PCare. Ini merupakan aplikasi berbasis cloud yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan untuk mencatat transaksi yang dilakukan oleh peserta BPJS Kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.

Related Posts

Tuntaskan Malaria dengan Supertext

Supertext adalah sebuah aplikasi yang menawarkan kemudahan pengguna Chat di grup dengan atau tanpa aplikasi Satu-satunya aplikasi kirim…

Inovasi Pertukaran Rekam Medis Elektronik dengan Kartu…

Kementerian Kesehatan kembali membuat terobosan baru dengan meluncurkan Kartu Kesehatan Jamaah Haji Elektronik. Kartu Kesehatan Jamaah Haji Elektronik…

Komitmen Indonesia Satu Data Kesehatan melalui DHIS2

Adopsi DHIS2 untuk mendukung sistem informasi kesehatan di Indonesia semakin menguat.  Hal ini ditandai dengan komitmen Kementerian Kesehatan melalui…

Tantangan non teknis

Tantangan berikutnya dari implementasi TIK terletak pada dampaknya bagi SDM. Kemajuan TIK berpotensi mengurangi kebutuhan jumlah SDM. Di sisi yang lain kemajuan teknologi juga mampu mengatasi kelangkaan dan keterbatasan pengetahuan SDM. Sistem pembelajaran jarak jauh dapat diterapkan dengan mengunakan teknologi komunikasi  berbasis internet.

Berkembangnya TIK dalam sistem kesehatan ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan kemanfaatan yang sangat signifikan, di sisi lain juga akan menimbulkan persoalan baru, beralihnya peran SDM dengan adanya TIK?

Kemajuan TIK sudah semestinya diimbangi dengan kemajuan dan pembenahan berbagai sektor, termasuk pembenahan infrastruktrur di fasilitas layanan kesehatan primer. Peraturan Pemerintah No 46 tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan menyebutkan bahwa setiap penyelenggara fasilitas kesehatan harus menyediakan infrastruktur sisiem informasi kesehatan. Kebijakan JKN juga membuka peluang terhadap pemanfaatan sumber dana alternatif untuk mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan di tingkat pelayanan kesehatan primer, misalnya dengan menggunakan dana kapitasi.  Sayangnya, banyak dana kapitasi di Puskesmas yang mengendap dan tidak dimanfaatkan secara optimal.

Ekspektasi yang tinggi terhadap pemanfaatan teknologi informasi kesehatan untuk meningkatkan layanan kesehatan primer perlu disertai dengan regulasi yang mendukung, perencanaan yang baik serta pimpinan yang dapat menjembatani kebutuhan implementasi sistem informasi dengan sumber dana yang tersedia. (ss)

[1] Eysenbach, G. (2001). What is e-health? Journal of Medical Internet Research, 3(2), e20. http://doi.org/10.2196/jmir.3.2.e20

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.