Komitmen Indonesia Satu Data Kesehatan melalui DHIS2 – Informatika Kesehatan Healthcare IT News

Komitmen Indonesia Satu Data Kesehatan melalui DHIS2

Adopsi DHIS2 untuk mendukung sistem informasi kesehatan di Indonesia semakin menguat.  Hal ini ditandai dengan komitmen Kementerian Kesehatan melalui program Satu Data Kesehatan yang menekankan peran DHIS2 sebagai salah satu instrumen penting dalam integrasi data kesehatan.

Fragmentasi sistem informasi

Satu Data Kesehatan merupakan sebuah inisiatif Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan sistem informasi kesehatan yang terpadu.  Hal ini dilatarbelakangi oleh terfragmentasinya berbagai bentuk pengumpulan dan pengolahan data kesehatan.  Target yang diemban oleh kebijakan ini adalah mewujudkan satu standar data, satu metadata baku dan satu portal.

Seperti yang telah kita ketahui, Kementerian Kesehatan  mengembangkan berbagai aplikasi untuk mengumpulkan data kesehatan. Tujuan dari pengembangan sistem informasi kesehatan adalah untuk mendukung manajemen setiap program (kesehatan) dengan mempermudah dan mempercepat proses pengumpulan data dari fasilitas kesehatan.

Di atas kertas, tujuan tersebut valid dan relevan. Di lapangan (baca fasilitas pelayanan kesehatan), muncul konsekuensi yang tidak diharapkan (unintended consequence). Tenaga kesehatan bisa terbebani tugas untuk melakukan pemasukan data yang sama ke berbagai aplikasi yang berbeda. Dalam program TB saja, sampai saat ini potensi duplikasi masih terjadi antara aplikasi SITT dan e-TB Manager.

Satu Data Kesehatan

Fenomena inefisiensi dan meningkatnya beban kerja karena inovasi TI merupakan suatu ironi. Mengapa demikian? Karena saat ini, orang sudah membicarakan tentang Revolusi Industri 4.0. Justru ketika teknologi semakin matang, yang terjadi adalah potensi tergantikannya tugas rutin manusia oleh komputer.

Strategi program Satu Data Kesehatan yang meliputi (1) Berbagi pakai data (sharing) melalui Interoperabilitas, (2) Perbaikan proses pengumpulan data melalui Standarisasi, (3) Pemanfaatan data yang mendorong pengambilan keputusan berdasarkan bukti (Akuntabilitas).

Dengan adanya komitmen ini, Pusdatin mengajak  semua elemen kesehatan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk bersama-sama mewujudkan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi.

Satu Data Kesehatan dengan DHIS2

Related Posts

Webinar Kesehatan Digital (Digital Health) di Tingkat Global…

Kesehatan digital (digital health) saat ini bukan sekedar jargon, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi sektor kesehatan untuk meningkatkan pelayanan.…

Transisi rekam medis elektronik di Puskesmas

Semenjak diterapkannya kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional, adopsi teknologi informasi di puskesmas meningkat tajam. Hal ini disebabkan karena…

Smart City dalam bidang kesehatan: Dari Konsep Menuju…

Jargon Smart City semakin sering diperbincangkan akhir-akhir ini.  Tidak hanya seksi, tema ini juga menjadi ajang bagi daerah untuk memamerkan…

Penggunaan DHIS2, suatu platform gudang data yang telah teruji di berbagai negara untuk integrasi sistem informasi kesehatan, akan diperluas. Di Indonesia, DHIS2 telah dikenalkan di 10 kabupaten/kota didukung oleh pendanaan dari program the Global Fund

Kementerian Kesehatan akan memperluas penggunaan DHIS2 ke 50 kabupaten/kota didukung oleh the Global Fund melalui skema Resilient  and Sustainable System for Health (RSSH)  pada tahun 2018-2020.

Agar daerah  mampu memahami, fasih dan terampil dalam menggunakan DHIS2, telah dilakukan kegiatan Training of Trainer (ToT) DHIS2.  Acara yang berlangsung pada tanggal 24-27 April 2018 tersebut melatih perwakilan dari 20 provinsi dan 9 Center of Excellence (COE) Sistem Informasi Kesehatan, termasuk Universitas Gadjah Mada.

Pemaparan DHIS2 oleh Ibu Farida Pusdatin

Target yang ditetapkan Pusdatin dalam implementasi DHIS2 pada 2018-2022 adalah sebagai berikut:

  1. 2018 : Piloting, design implementasi, dan kebijakan
  2. 2019 : 5% dari 514 kabupaten/kota=26 kabupaten/kota menggunakan DHIS2
  3. 2020 :30% (115) kabupaten/kota
  4. 2021 :60%  (309) kabupaten/kota
  5. 2022 :80% (463) kabupaten/kota
Paparan RTL oleh perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten/kota

Dari komitmen ke action

Dalam kegiatan ini, Kepala Pusdatin Kementerian Kesehatan bertekad mewujudkan satu pintu data kesehatan di seluruh Indonesia.  Beliau juga mengungkapkan adanya dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan dalam proses implementasi DHIS2 melalui advokasi, regulasi dan pendanaan bagi keberhasilan program ini.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemaparan Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh 20 provinsi mengenai implementasi DHIS2 untuk integrasi Sistem Informasi Kesehatan. RTL yang disusun  meliputi perencanaan infrastruktur, SDM, pendanaan dan jadwal implementasi di kab/kota masing-masing.

Komitmen program Satu Data Kesehatan diharapkan dapat mewujudkan SIK yang kuat, terintegrasi, handal dan menghasilkan informasi yang  akurat untuk mendukung manajemen pembangunan kesehatan di Indonesia lebih baik. Setelah penggalangan komitmen ini, ditunggu kabar baik tentang implementasi DHIS2 di lapangan.
Action!

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.